Bahitom, 13 Juni 2025 – Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, Pemerintah Desa Bahitom bersama Puskesmas Puruk Cahu Seberang melaksanakan kegiatan Operasional Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang berlangsung di Balai Desa Bahitom. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ahli Gizi dari Puskesmas Puruk Cahu Seberang, serta melibatkan kader posyandu, ibu-ibu balita, dan perangkat desa bahitom.

Dalam kegiatan ini, Ahli Gizi memberikan penyuluhan mengenai pola asuh anak yang benar, termasuk pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan). Para peserta diberikan pemahaman tentang peran penting orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan makanan bergizi dan membentuk kebiasaan makan yang sehat bagi anak-anak mereka serta pentingnya pola asuh dan pemenuhan gizi untuk mencegah stunting sejak dini.

Dalam sesi penyuluhan, Ahli Gizi menyampaikan mengenai pola asuh anak yang tepat, dimulai dari masa kehamilan, ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), hingga pentingnya membentuk kebiasaan makan sehat pada anak usia dini. Penyuluhan ini memberikan penekanan bahwa pengasuhan yang baik bukan hanya soal kasih sayang, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan gizi anak.

Selanjutnya, disampaikan juga materi tentang konsep “Isi Piringku”, yaitu panduan gizi seimbang yang menekankan pentingnya keberagaman makanan dalam satu piring. Peserta diajarkan bagaimana menyusun porsi makan anak yang mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur-mayur, serta buah-buahan sesuai kebutuhan usia tumbuh kembang anak.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktek memasak makanan sehat sesuai usia anak, yang dipandu langsung oleh Ahli Gizi. Para peserta diajak mengolah berbagai menu sederhana, bergizi, dan sesuai ketersediaan bahan local. Dalam sesi ini, peserta juga dibekali bagaimana menyiapkan resep yang disusun dengan memperhatikan komposisi gizi, kebersihan, dan teknik memasak yang tidak merusak zat gizi.

Baca  Peresmian Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) Provinsi Kalimantan Tengah di Desa Bahitom

Melalui kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan langsung di rumah dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi yang dibarengi dengan praktek langsung diharapkan mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan dalam pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak usia dini. Dengan kolaborasi antara desa, puskesmas, dan masyarakat, diharapkan angka stunting di Desa Bahitom dapat terus ditekan dan kualitas hidup anak-anak generasi penerus bangsa semakin meningkat.